Rabu, 16 Januari 2013

Menghadapi Kelangkaan Kayu untuk Konstruksi di Aceh


  1. PENGERTIAN KELANGKAAN
Kelangkaan adalah suatu keadaan saat manusia ingin mengonsumsi jauh lebih banyak dari apa yang diproduksi atau suatu keadaan saat apa yang diinginkan manusia jauh lebih banyak dari yang tersedia.
Kelangkaan bukan berarti segalanya sulit diperoleh atau ditemukan. Kelangkaan juga dapat diartikan alat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan jumlahnya tidak seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi.
Kelangkaan mengandung dua pengertian :
1.      Alat pemenuhan kebutuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
2.      Untuk mendapatkan alat pemuas kebutuhan memerlukan pengorbanan yang lain.
Masalah kelangkaan selalu dihadapi merupakan masalah bagaimana seseorang dapat memenuhi kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam dengan alat pemuas yang terbatas. 
Kelangkaan kayu untuk konstruksi adalah sulitnya mendapatkan kayu untuk kebutuhan konstruksi, karena dipengaruhi oleh beberapa penyebab seperti ketersediaannya terbatas dan harganya yang sangat mahal.[1]

  1. PENYEBAB KELANGKAAN KAYU DI ACEH
Penyebab kelangkaan kayu di Aceh antara lain:

1.      Illegal Logging (pembalakan liar)
Pembalakan liar atau penebangan liar (illegal logging) adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat.[2]
Dampak pembalakan liar terhadap ketersediaan kayu untuk konstruksi adalah tidak terdapat lagi pohon yang disiapkan untuk tebang pilih, karena semua sudah habis di tebang oleh si pelaku pembalakan liar.
Description: C:\Documents and Settings\Nash\My Documents\Downloads\images (11).jpg








2.      Meningkatnya kebutuhan
Kebutuhan kayu semakin bertambah seiring dengan ledakan penduduk di Aceh. Banyak perumahan dan gedung di bangun. Tentu hal ini lambat laun menyebabkan alam Aceh tidak sanggup lagi memproduksi kayu untuk kebutuhan konstruksi.

3.      Bencana Alam
Gempa bumi dan Tsunami tahun 2004 silam ikut mempengaruhi stok kayu di Aceh. Pada saat bencana melanda, banyak bangunan yang rusak sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksinya memerlukan banyak material tambahan.
Bencana juga menyebabkan daerah potensial yang terlanda mengalami gangguan, sehingga produksi kayunya menjadi terkurangi.
Description: C:\Documents and Settings\Nash\My Documents\Downloads\images (12).jpg















4.      Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab kelangkaan kayu. Pada saat kebakaran hutan, banyak bibit-bibit kayu yang mati terbakar, sehingga regenerasi kayu terpotong.

Description: C:\Documents and Settings\Nash\My Documents\Downloads\images (14).jpg










  1. EFEK KELANGKAAN KAYU DI ACEH
Kelangkaan kayu memberikan beberapa efek yang buruk dalam beberapa aspek pekerjaan di Aceh. Kelangkaan kayu menyebabkan invlasi dalam beberapa usaha yang berhubungan dengan penggunaan kayu.
Berikut ini merupakan beberapa efek buruk dari kelangkaan kayu:

1.      Terjadinya Kenaikan Harga
Kenaikan harga ini disebabkan karena sulitnya mendapatkan pasokan kayu. Dalam konstruksi, hal ini sangat merugikan karena biasanya penggunaan kayu dalam konstruksi sangat banyak.

2.      Keterbatasan Kayu
Dengan terjadinya kelangkaan kayu, maka ketersediaan kayu dalam konstruksi juga terbatas, sehingga banyak fungsi kayu yang harus digantikan dengan material lain.

3.      Produk Mengecewakan
Penggantian material yang seharusnya menggunakan kayu yang digantikan dengan material lain, maka tentu saja hal ini menyebabkan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan keinginan, atau mengecewakan

  1. CARA MENGANTISIPASI KELANGKAAN KAYU DI ACEH
Kelangkaan kayu yang terjadi di Aceh harus segera kita cari cara penanggulangannya. Berikut ini adalah beberapa solusi dalam menghadapi kelangkaan kayu.

1.      Menggunakan inovasi pengolahan kayu yang ekonomis
Karya –karya inovasi dalam pengolahan kayu bisa diterapkan di Aceh untuk menanggulangi kelangkaan kayu. Berikut ini adalah beberapa inovasi tersebut:
a.       Pemanfaatan limbah kayu dan anyaman bambu betung sebagai bahan baku papan komposit berkualitas tinggi. Keunggulan inovasinya menghasilkan papan komposit yang ramah lingkungan, dapat menjadi substitusi kayu lapis dengan kualitas baik dan tahan terhadap serangan rayap, diversifikasi pemanfaatan bambu bernilai tambah tinggi, serta menghidupkan ekonomi petani bambu.
b.      Membuat gedhek modern. Dengan inovasi pengolahannya, bambu dapat digunakan sebagai substitusi kayu keras yang semakin langka. Keunggulan inovasinya menghasilkan produk perekatan bambu berbentuk papan bambu atau balok bambu yang dikenal sebagai bambu lamina atau bambu lapis.
c.       Bioinduksi : teknologi rekayasa produksi Gaharu dengan induksi Jamur Fusarium. Gaharu adalah resin wangi bernilai tinggi sebagai hasil dari infeksi jamur Fusarium pada pohon penghasil Gaharu dari keluarga Thymeleaecea. Inovasi bioinduksi ini dapat melipatgandakan produksi Gaharu yang akan berdampak positif bagi masyarakat pengumpul Gaharu, sekaligus melestarikan pohon penghasil Gaharu di alam.
d.      Papan partikel tanpa perekat sintesis (Binderless Particle Board) dari limbah industri perkayuan dan pertanian. Inovasi ini mengembangkan proses pembuatan papan partikel tanpa menggunakan perekat. Papan partikel yang dihasilkan memiliki sifat fisis dan mekanis yang cocok digunakan untuk bagian interior yang tidak menerima beban tinggi, dan karena tidak menggunakan perekat formaldehida maka aman bagi kesehatan.
e.       Penerapan teknik guludan dalam penanaman mangrove pada lahan yang terendam air masin yang dalam. Teknik guludan diterapkan untuk melestarikan hutan bakau pada lahan yang tergenang air cukup dalam, baik yang berarus tenang maupun yang berarus keras. Teknik ini dapat mengembalikan hutan bakau yang rusak terabrasi.
f.       Panel sandwich dari bambu untuk komponen pra-pabrikasi. Panel sandwich adalah produk komposit yang terdiri dari lapisan tipis kayu lapis berkekuatan tinggi di sebelah luar, direkat dengan lapisan inti (core) di bagian tengah yang lebih tebal yang terbuat dari potongan bambu-bambu yang disusun secara vertikal. Produk ini selain ringan, memiliki rasio kekuatan dan kekakuan yang tinggi, sehingga dapat diaplikasikan untuk dinding, lantai, maupun plafon suatu bangunan.

2.      Budidaya
Budidaya tanaman penghasil kayu bisa menjadi salah satu cara mengatasi kelangkaan kayu.
Tanaman yang menjadi kelompok budidaya antara lain:
a.       Sengon
Sengon (Paraserianthes falcataria) termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai – petaian adalah pohon yang tumbuh cepat yang banyak terdapat di Indonesia. Sengon dapat tumbuh mulai dari pantai sampai dengan ketinggian 1600 mdpl tetapi sengon optimal pada ketinggian sampai 800 mdpl. Sengon secara alami tumbuh di Maluku, Papua hingga Kepulauan Solomon. Sengon termasuk tumbuhan paling cepat tumbuh (fast growing species) dimana dapat tumbuh tinggi hingga 7 meter per tahun pada tahun pertama penanaman.
Description: C:\Documents and Settings\Nash\My Documents\Downloads\images (3).jpg









b.      Jabon
Description: C:\Documents and Settings\Nash\My Documents\Downloads\images (4).jpgJabon adalah Tanaman Kayu Keras yang cepat tumbuh, Tanaman Jabon termasuk famili Rubiaceae ini tumbuh baik pada ketinggian 0 – 1000 meter dari permukaan laut, pada jenis tanah lempung, podsolik cokelat dan aluvial lembab yang umumnya terdapat di sepanjang sungai yang ber-aerasi baik.









Selain kedua jenis pohon diatas, masih terdapat banyak lagi pohon penghasil kayu yang bisa di budidaya.

c.       Mahoni
Mahoni adalah anggota suku Meliaceae yang mencakup 50 genera dan 550 spesies tanaman kayu. 
Mahoni mempunyai kayu bisa digunakan untuk konstruksi.























3.      Menggunakan material lain
Kecanggihan teknologi bisa menjawab efek kelangkaan kayu yang terjadi di Aceh, yaitu dengan hadirnya produk yang bisa menggantikan fungsi kayu dalam suatu konstruksi. Beberapa material tersebut antara lain:
a.       Kuda-kuda baja ringan
Description: C:\Documents and Settings\Nash\My Documents\Downloads\images (5).jpg
 











                        Kuda-kuda baja ringan bisa menggantikan fungsi kayu sebagai kuda-kuda.
b.      Kusen staenlees
Kusen stainless dapat menggantikan fungsi kayu sebagai kusen.
Description: C:\Documents and Settings\Nash\My Documents\Downloads\download (3).jpg








Itulah beberapa solusi yang penulis tawarkan untuk mengantisipasi kelangkaan kayu yang terjadi di Aceh.






E. KESIMPULAN

Kelangkaaan kayu adalah berkurangnya persediaan kayu untuk kebutuhan konstruksi. Kelangkaan kayu disebabkan oleh beberapa alasan, antara lain pembalakan liar, bencana alam, kebakaran hutan, serta meningkatnya kebutuhan penggunaan kayu.
Kelangkaan kayu memberikan beberapa efek bagi kebutuhan konstruksi di Aceh yaitu terjadi kenaikan harga kayu serta kayu sulit diperoleh..
Solusi untuk mengantisipasi kelangkaan kayu antara lain:
1.      Menggunakan inovasi pengolahan limbah kayu yang ekonomis
2.      Budidaya
3.      Menggunakan Material pengganti kayu.

F.  SARAN

Untuk mencegah kelangkaan kayu, maka sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk berpartisipasi. Caranya adalah dengan menerapkan solusi yang tersebut di atas.



DAFTAR PUSTAKA








[1] http://edukasi-pelajar.blogspot.com/2011/02/pengertian-kelangkaan.html
[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Pembalakan_liar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar